Resum Pertemuan ke-14

 

Pertemuan       : ke -14

 Gelombang      : 27

 




Kaidah Pantun

 

Nara Sumber   :  Miftahul Hadi, S.Pd

 Moderator       :  Lely Suryani,S.Pd, sd.


Assalammualaikum.w.w.

Malam yang selalu tertunda,kini saya berusaha mengejar materi karena kesibukanku menjadi tertinggal sampai bingung memulai dari mana. Sambil menemani si kecil yang baru berumur 4 bulan, saya mengikuti materi kaidah pantun. Materi ini sangat bagus, menurut saya pantun gampang-gampang susah, singkat tapi kaya makna dan menarik.

Pertemuan kali ini sangat mengasyikkan karena moderator ibu Lely membuka dengan santai melalui pantun.

Bunga sekuntum tumbuh di taman

Daun salam tumbuh di kota

Assalammualaikum saya ucapkan

Sebagai salam pembuka kata

Itulah pantun Bapak Miftah untuk mengawali perkenalannya. Selanjutnya Pak Miftah mengirim materi mengenai pantun.

Pada awalnya pantun merupakan tradisi lisan. Seiring berkembangnya waktu, maka pantun “naik kelas”. Tidak hanya dituturkan saja dalam kehidupan sehari-hari, pantun kemudian dibukukan, dilombakan dalam berbagai event, serta diselipkan pada tiap kegiatan. Atas keras tersebut pada tanggal 17 Desember 2020, UNESCO mengakui pantun sebagai warisan budaya tak benda.

Pantun berasal dari akar kata "Tun" yang bermakna baris atau deret. Asal kata pantun dalam masyarakat Minangkabau dan Melayu diartikan sebagai "pantun". Oleh masyarakat Riau disebut sebagai tunjuk ajar yang berkaitan dengan etika. (Mu'jizah, 2019)

Materi tentang pantun yang dibuat oleh Pak Miftah https://anyflip.com/wiirj/vdws/



Jika pantun menggunakan sajak a- a-a-a, boleh saja, tapi itu akan mengurangi keindahan pantun itu sendiri dan tidak sesuai kaidah pembuatan pantun. Jadi jika sajaknya a-a-a-a, jatuhnya menjadi syair.

         




 Contoh syair

 

Belajar mengaji harus semangat,

Tekun rajin sabar dan giat,

Agar ilmu mudah didapat,

Selamat dunia juga akhirat.

 

Ingat ingatlah wahai kawan,

Quran dan sunnah jadi pedoman,

Tuk menjalani kehidupan,

 

Sedangkan syair baris satu sampai empat saling berhubungan.

Pantun dua baris disebut karmina (pantun kilat).

 

 Contoh karmina

 Daun keladi susun di gerbong,

 Jangalah jadi orang yang sombong.

 

 Gurindam.

 Jumlah barisnya juga ada dua.

 Antar baris satu dengan baris dua saling berhubungan (sebab akibat)

 

Contoh gurindam

 

Jika selalu berdoa dan dzikir,

Ringan melangkah jernih berpikir.

  

Memahami kaidah pantun


Siap membuat pantun dengan mudah dan cepat?           

Memahami ciri membuat pantun









Komentar

Postingan populer dari blog ini

KBMN PGRI Gelombang 28 Pertemuan 1